Rabu, 07 November 2012

Komunikasi Interpersonal dan Intrapersonal


Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi.

Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/pesan) (McDavid & Harari).

Fungsi Komunikasi interpersonal sebagai berikut:
Untuk mendapatkan respon/ umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkan bagaimana kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Bagaimana kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas?

Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak berbincang.
Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain.
Maha bijaksana Tuhan yang telah mengatur proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan beberapa unsur atau elemen sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002):
Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus (pesan/informasi verbal maupun non verbal). Pada saat berada pada proses sensasi ini maka panca indera manusia sangat dibutuhkan, khususnya mata dan telinga.
Persepsi, yaitu proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh sensasi. Pemberian makna ini melibatkan unsur subyektif. Contohnya, evaluasi komunikan terhadap proses komunikasi, nyaman tidakkah proses komunikasi  dengan orang tersebut?
Memori, yaitu proses penyimpanan informasi dan evaluasinya dalam kognitif individu. Kemudian informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan dikeluarkan atau diingat kembali pada suatu saat, baik sadar maupun tidak sadar. Proses pengingatan kembali ini yang disebut sebagai recalling.
Berpikir, yaitu proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah. Proses ini meliputi pengambilan keputusan, pemecahan masalah dan berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi terhadap proses komunikasi interpersonal maka ada antisipasi terhadap proses komunikasi yang selanjutnya. Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan dosen maka kita mempunyai cara untuk antisipasi agar komunikasi di kemudian hari menjadi lancar.
Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah antara:
a.Komunikator;
Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap.
Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup.
Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki.
b.Media;
Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power point, dan lain sebagainya).
Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak dapat ditangkap.
Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu. Misalnya kata-kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu.
Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.
c. Komunikate;
Hambatan biologis, misalnya komunikate yang tuli.
Hambatan psikologis, misalnya komunikate yang tidak berkonsentrasi dengan pembicaraan.
Hambatan gender, misalnya seorang perempuan akan tersipu malu jika membicarakan masalah seksual dengan seorang lelaki.

Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiranyang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.

Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo’a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.

Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).

Namun, pada tahun 1992, sebuah bab dalam Komunikasi Yearbook # 15, berpendapat bahwa “komunikasi intrapersonal” adalah sebuah konsep yang cacat. Bab ini pertama diperinci berbagai definisi.  Komunikasi intrapersonal, tampak, muncul dari serangkaian kejanggalan logis dan linguistik. Pengertian tentang ‘communicaton intrapersonal’ itu sendiri adalah ambigu: banyak definisi tampak melingkar karena mereka meminjam, menerapkan dan dengan demikian mendistorsi fitur konseptual (misalnya, pengirim, penerima, pesan, dialog) ditarik dari komunikasi antar-orang normal, tidak diketahui entitas atau orang -bagian yang diduga melakukan ‘intrapersonal’ tukar, dalam banyak kasus, sebuah bahasa yang sangat pribadi yang mengemukakan, setelah analisis, ternyata benar-benar dapat diakses dan akhirnya tidak dapat dipertahankan. Secara umum, komunikasi intrapersonal tampaknya timbul dari kecenderungan untuk menafsirkan proses mental batin yang mendahului dan menyertai perilaku komunikatif kita seolah-olah mereka juga jenis lain proses komunikasi. Titik keseluruhan adalah bahwa rekonstruksi proses mental batin kita dalam bahasa dan idiom percakapan sehari-hari masyarakat sangat dipertanyakan, lemah di terbaik.

TEORI-TEORI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

1. PSIKOLOGI SOSIAL
Psikologi social adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalma hubungan denagn situasi social. Latar belakang timbulnya psikologisosial berasal dari beberapa pandapat, misalnya Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologisosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi social antar manusia.
Gustave Le Bon berpendapat bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwamassa yang masing-masing berlainan sifatnya. Sigmund Freud berbeda dengan Le Bon, ia berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja tidakdisadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam.
Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi social tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagian besar universitas. Dasar mempelajari psikologi social bedasarkan potensi-potensi manusia dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan. Potensi-potensi itu antara lain :
1. Kemampuan menggunakan bahasa
2. Adanya sikap etik
3. Hidup dalam 3 dimensi

2. Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory)
Teori ini menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudang inderawi), kemudian masuk short-term-memory (STM) lalu dilupakan atau dikoding untuk dimasukkan ke dalam long-term-memory (LTM). Otak manusia dianalogikan dengan komputer.
Terdapat dua macam memori: memori ikonis untuk materi yang kita peroleh secara visual, dan memori ekosis untuk materi yang masuk secara auditif (melalui pendengaran). Penyimpanan disini berlangsung cepat, hanya berlangsung sepersepuluh sampai seperempat detik.
Supaya dapat diingat, informasi harus dapat disandi (encoded) dan masuk pada STM. STM hanya mampu mengingat tujuh (plus atau minus dua) bit informasi. Jumlah bit informasi disebut rentangan memori (memori span). Untuk meningkatkan kemampuan STM, para psikolog menganjurkan kita untuk mengelompokkan informasi; kelompoknya disebut chunk.
Bila informasi dapat dipertahankan pada STM, ia akan masuk pada LTM. Inilah yang umumnya disebut sebagai ingatan. LTM meliputi periode penyimpanan informasi sejak semenit sampai seumur hidup. Kita dapat memasukkan informasi dari STM ke LTM dengan chunking, rehearsals, clustering, atau method of loci.

3. Teori Aus
Menurut teori ini, memori hilang atau memudar karena waktu. Seperti otot, memori kita baru kuat bila dilatih terus menerus. Namun menurut Hunt, makin sering mengingat, makin jelek kemampuan mengingat. Dimana tidak selamanya waktu dapat mengauskan memori.

Sumber :
http://aton29.wordpress.com/2010/04/27/komunikasi-intrapersonal/
M. Ghojali Bagus A.P., S.Psi. Buku Ajar Psikologi Komunikasi – Fakultas Psikologi Unair 2010.
http://www.psikologizone.com/definisi-komunikasi-interpersonal/06511922

Nama : Maria Rosa Prameswari
NPM : 14511293
Kelas : 2PA10


Kamis, 26 April 2012

Peran Keluarga Dalam Perkembangan Kepribadian Anak


             Keluarga adalah sarana awal perkembangan anak dan benih akal penyusunan kematangan individu dan struktur kepribadian. Keluarga juga merupakan salah satu elemen penting dalam membangun entitas-entitas pendidikan, membentuk kepribadian serta memberi berbagai kebiasaan baik pada anak-anak. Bagi seorang anak, keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup maupun dalam menemukan makna dan tujuan hidupnya. Untuk mencapai perkembangannya, seorang anak membutuhkan kasih sayang, rasa aman dan perhatian dari keluarga khususnya orang tua. Didalam keluarga lah pertama kali dia mengalami hubungan dengan manusia dan memperoleh representasi dari sekelilingnya. Pengalaman hubungan dengan keluarga semakin diperkuat dalam proses pertumbuhan sehingga melalui pengalaman makin mengakrabkan seorang anak dengan lingkungn keluarga. Keluarga dibutuhkan oleh seorang anak untuk mendorong, menggali, mempelajari dan menghayati nilai-nilai kemanusiaan, agama, norma-norma.
             Agar suatu keluarga dapat dikatakan keluarga yang sehat dan bahagia maka harus memiliki beberapa kriteria yang sangat penting bagi perkembangan anak yaitu: kehidupan beragama dalam suatu keluarga, mempunyai waktu untuk bersama, mempunyai pola konsumsi yang baik bagi sesama anggota dan saling menghargai satu sama lain.
             Keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk pribadi seorang anak. Keluargalah hal yang paling utama untuk membentuk suatu karakter anak. Selain keluarga,  lingkungan  pun berperan besar terhadap perkembangan kepribadian anak. lingkungan yang baik akan membawa dampak positif untuk karakter anak, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan menjadi peran utama dalam membentuk kepribadian anak. Kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan perlakuan orang tua terhadap didikan untuk anaknya serta lingkungan  juga. Orang tua merupakan suatu tiang untuk mengajarkan bagaimana suatu sikap yang harus dimiliki masing-masing anak untuk orang lain terhadap sekitar lingkungannya sendiri. Seorang ibu akan mengayomi anaknya demi membentuk suatu karakter yang dapat diterima masyarakat. Keluarga yang bertanggung jawab adalah mau melindungi, mengajarkan dan menjadi penopang seorang anak dari berbagai masalah yang dimiliki setiap anak yang terjadi di masyarakat. Perilaku anak akan menjadi mata rantai interaksi anggota keluarga dan pada saat yang sama interaksi ini akan membentuk kepribadiannya secara bertahap dan memberikan arah serta menguatkan perilaku anak pada kondisi yang sama dalam lingkungannya. Peran kedua orang tua dalam mewujudkan kepribadian anak. keyakinan, pemikiran, dan perilaku ayah ibu dengan sendirinya memiliki pengaruh yang sangat dalam terhadap perilaku anak. ayah dan ibulah yang akan mengajarkan bagaimana kita sebagai makhluk tuhan untuk selalu mengerjakan segala perintahnya. Mereka mengajarkan akhlak, aqidah dalam agama yang mereka anut.
Adapun peran keluarga dalam mewujudkan kepribadian anak antara lain :

  1. Kedua orang tua harus mencintai dan menyayangi anaknya, ketika seorang anak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya,maka saat kita berada di luar rumah dan menghadapi beberapa masalah, dia akan bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik. Dan jika kedua orangtua terlalu mengekang atau terlalu memaksakan kehendak untuk ikut campur urusan mereka, maka hal ini akan menjadi penghalang kesempurnaan pribadi mereka.
  2. Kedua orang tua harus mampu menjaga ketenangan lingkungan rumah dan keharmonisan rumah, jika seorang anak sedang ada masalah di luar, dan keadaan rumah baik, tentram, damai, maka masalah yang ia miliki akan terasa tidak sangat membebani pikiran mereka, tapi sebaliknya, jika kita sedang ada masalah di luar, dan suasana dirumah sedang tidak karuan, itulah yang membuat seorang anak tidak betah di rumah
  3. Saling menghormati antara kedua orang tua juga anak,  orang tua akan merasa bangga terhadap anaknya jika ia mampu menghormati juga menghargainya. mereka akan lebih sayang kepada kita dan kita pun akan sangat menyayangi mereka.
  4. Mewujudkan kepercayaan, Orang tua akan percaya sepenuhnya kepada diri kita, jika kita tidak menyalagunakan kepercayaan itu. Rasa kepercayaan ini, akan membantu kita untuk mau menerima kekurangan dan kesalahan pada diri kita.
  5. Mengadakan perkumpulan keluarga ( kedua orang tua dan anak ), dengan ini kita dapat berbagi tentang apa yang telah terjadi hari ini mengenai diri kita, saling bertukar pikiran, berbagi cerita. hal ini akak membantu seorang anak jika ia sedang memiliki masalah diluar.

Keluarga yang baik akan membentuk suatu pribadi anak yang baik pula. Keluarga merupakan akar dari segala solusi masalah, maksudnya dengan berbagi atau share tentang masalah yang kita hadapi, keluarga yang baik akan mencarikan solusi terbaik untuk seorang anaknya. Ayah dan Ibu adalah seseorang yang terpenting dan tercinta setelah Tuhan Yang Maha Esa dalam hidup kita, merekalah yang mampu mengerti pribadi kita, dan berasal dari merekalah suatu sikap ataupun karakter masing-masing anak akan terbentuk.


Sumber : 
http://thebrokenclub.blogspot.com/2011/10/peran-keluarga-dalam-perkembangan.html

Nama : Maria Rosa Prameswari
NPM : 14511293
Kelas : 1PA07

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar dengan Psikologi

APA ITU MATEMATIKA?

         Ilmu matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling tua yang pernah dipelajari. Berbagai macam tokoh banyak mendefinisikan tentang ilmu matematika tersebut. Hal yang paling umum adalah bahwa matematika adalah ilmu berhitung, ilmu yang berkaitan dengan angka-angka. Dan dibawah ini adalah definisi ilmu matematika menurut beberapa tokoh, diantaranya:
  • matematika versi para ahli: Â Johnson dan Rising (1972 mengatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
  • Menurut Wikipedia matematika adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting”.Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.”
  • James dan james (1976) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri.
  • Kemudian Kline (1973) mengatakan bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi dan alam. Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika.

      Jadi dari berbagai sumber diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa matematika adalah ilmu yang memepelajari tentang perhitungan, pengkajian dan menggunakan nalar atau kemampuan berpikir seseorang secara logika dan pikiran yang jernih.
          Matematika itu mempelajari hal-hal yang ada, matematika tidak akan sanggup mengkaji tentang hal-hal yang tidak pernah ada. Tetapi perlu diingat bahwa matematika dapat “meramal” yang akan terjadi, tapi matematika tidak menggunakan “ilmu gaib”, melainkan matematika menggunakan pengalaman yang pernah terjadi kemudian merumuskannya ke dalam sebuah “formula” dan akhirnya matematika bisa atau mampu meramal sesuatu yang akan terjadi dengan pertimbangan logika yang dimiliki manusia, bukan meramal dengan cara mistis yang tidak masuk dalam logika berpikir manusia. Jadi matematika adalah ilmu logika yang dapat berhitung, menganalisa dan bahkan meramal.

APA ITU ILMU ALAMIAH DASAR?
Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata.Ilmu artinya bagian dari ilmu pengetahuan manusia.Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan dasar artinya permulaan suatu bentuk.Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman,Inggris,dan Amerika).Yang mana istilah ini masuk ke indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu alamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas ilmu mencakup semua pengetahuan, termasuk matematika dan filsafat. Sedangkan dalam arti sempit ilmu mencakup pengetahuan deskriptif saja, diluar itu adlah non ilmiah.
Ilmu Alamiah Dasar merupakan sebuah ilmu yang mengkaji tentang gejala alam semesta, termasuk yang terjadi di muka bumi ini. Ilmu Alamiah Dasar dapat juga di katakan sebagai konsep awal terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan semua turunannya, seperti Biologi, Fisika, dan Kimia. IAD bersifat relatif dan dapat berubah sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahmah (2006:V) “ Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan teknologi”. Sehingga terbentuklah sebuah konsep dan prinsip.
Ilmu Alamiah Dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja. Bagian-bagian dari Ilmu Alamiah Dasar meliputi penciptaan manusia yang telah diberikan akal untuk berfikir, lahirnya ilmu alamiah, keterbatasan ilmu alamiah, pembagian ilmu pengetahuan dsb. Berikut pemaparannya.

Manusia
Manusia adalah makhluk yang lemah di bandingkan dengan makhluk lain. Namun dengan akal budinya serta kemauan yang kuat manusia dapat mengembangkan kemampuan dan teknologi. Dengan ilmu pengetahuan, manusia bisa hidup lebih baik lagi. Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk yang di ciptakan oleh Allah, oleh sebab itu patutnya kita mensyukuri nikmat yang telah di berikan-Nya  karena dengan nikmat-Nya kita di berikan akal untuk berfikir sehingga dapat membedakan baik dan buruk.

Lahirnya Ilmu Alamiah
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi sebuah pengalaman . Pengalaman merupakan salah satunya alasan terbentuknya pengetahuan yakni kumpulan fakta-fakta yang pernah terjadi

Keterbatasan Ilmu Alamiah
Bidang ilmu alamiah yang menentukan ilmu alamiah adalah metode ilmiah.Tujuan ilmu alamiah adalah membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan. Manusialah yang menilai apakah ilmu yang dipakainya baik atau buruk.

Pembagian Ilmu Pengetahuan
  • Ilmu Pengetahuan Sosial

Adalah sebuah ilmu yang membahas hubungan antara manusia dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Dimana makhluk sosial tidak terlepas dari makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya, sehingga timbullah hubungan timbal balik antara satu dengan yang lainnya.
  • Ilmu Pengetahuan Alam

Adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alam semesta, jagat raya, dan seluruh isinya. Ilmu ini juga membahas tentang bagaimana penciptaan nya dan teori-teori yang pendukung yang dapat membuktikan kebenarannya.
  • Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

Ilmu pengetahuan bumi adalah sebuah ilmu yang membahas tentang bumi dan isinya. Antariksa adalah ruang angkasa yang di dalamnya terdapat benda-benda langit.

Jadi dapat di simpulkan bahwa Ilmu Alamiah Dasar adalah Ilmu yang mempelajari segala macam gejala alam yang terjadi di bumi ini. Salah satu contoh nyata dari bagian-bagian ilmu alamiah dasar adalah penciptaan manusia yang telah di lengkapi akal dan budi pekerti, sehingga dalam kehidupan mendatang manusia mampu berfikir dan dapat membedakan baik dan buruk serta dapat mengembangkan teknologi dan informasi di masa mendatang. Ilmu Alamiah Dasar dapat berubah sesuai dengan perkembangan Zaman.


HUBUNGAN ANTARA MATEMATIKA DAN IAD DENGAN PSIKOLOGI
Menurut bahasa yunani kuno psikologi berasal dari kata psikey dan logos yang atinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Tidak hanya itu psikologi juga berkaitan dengan ilmu lain,seperti,psikologi dangan antropologi yang membahas manusia dengan budaya – budaya, psikologi dengan sosiologi yang membahas tentang masyarakat, psikologi dengan ekonomi yang membahas pertukaran barang dan jasa. Selain itu psikologi dengan matematika adalah untuk menghitung semua data kuantitatif agar lebih akurat. Secara lebih spesifik penghitungan matematika di gunakan untuk memeroleh teori – teori yang statistika di dalam pendidikan matematika banyak sekali teori – teori yang kita pelajari, tetapi hanya beberapa saja yg sangat berhubungan. Seperti logika, teori – teori statistika, peluang dan lainnya.

Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting. Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum matematika merujuk pada kenyataan, mereka tidaklah pasti, dan sejauh mereka pasti. mereka tidak merujuk pada kenyataan.

Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi mula-mula, yang juga berlaku pada kebanyakan binatang, adalah tentang bilangan. Sebagai contoh : pernyataan bahwa dua Baju dan dua Jaket,  memiliki jumlah yang sam.

Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logika, contoh nya pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon mahasiswa/i biasanya harus mengikuti tes terlebih dahulu, yaiu sebuah tes tulis dengan materi Bahasa Inggris,dan  matematika.  Secara tidak langsung kita akan diukur kemampuan seberapa jauh pola berfikir cepat dan cara kita menyelesaikan masalah.  Menghitung hasil dari Tes IQ juga bisa menggunakan teori statistika untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara menghitung distribusi frekuensi kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita tahu bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan mandiri serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat ditanggungjawabkan.


Sumber: 

Nama : Maria Rosa Prameswari
NPM : 14511293
Kelas : 1PA07




Sabtu, 24 Maret 2012

Penanganan Autisme di Indonesia Memprihatinkan

Solo, 17 Juli 2010 14:08
Pakar penanganan penyandang autisme/Presiden Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPAI), Gayatri Pamoedji, menilai, penanganan terhadap penyandang autisme di Indonesia masih memprihatinkan.

"Kondisi memprihatinkan tersebut terjadi baik pada sikap pemerintah maupun masyarakat," kata Gayatri di Solo, Sabtu (17/7).

Menurutnya, penanganan autisme oleh dua lini tersebut saat ini masih sekitar 50 persen dari kondisi ideal.

"Sebenarnya yang paling disayangkan adalah penanganan autisme oleh pemerintah karena mereka seharusnya menjadi `motor` utama dalam upaya penanganan tersebut," kata dia.

Dia mengatakan, dalam pendataan jumlah pengidap autisme di Indonesia, pemerintah dinilai sangat tidak maksimal, karena data terakhir adalah jumlah pengidap autisme pada 2004 yang sebanyak 400.000 orang.

"Data tersebut sudah kadaluarsa sehingga akan menyulitkan upaya pemetaan dan penanganan pengidap autisme," kata Gayatri.

Sudah bertahun-tahun, lanjut dia, pihaknya meminta Kementerian Kesehatan untuk segera mendata ulang jumlah pengidap autisme.

"Belum lama ini dalam sebuah acara seminar saya yang juga dihadiri Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, Menkes berjanji Depkes akan segera mendata ulang jumlah pengidap autisme," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, upaya lain yang hingga saat ini belum dilakukan pemerintah adalah pengadaan pusat penanganan pengidap autisme, tempat seperti itu hingga saat ini belum ada di Indonesia.

"Kalaupun ada, itu juga didirikan oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat dan tidak hanya secara khusus menangani masalah autisme," kata dia.

Kurang berperannya pemerintah dalam menjadi motor untuk menangani masalah autisme, menurutnya, juga memeiiki andil pada kondisi kurang sadarnya masyarakat dalam menangani anggota keluarganya yang menjadi pengidap autisme.

"Upaya untuk meningkatkan kualitas penanganan autisme di Indonesia sudah sangat diperlukan karena itu juga menjadi langkah bangsa ini dalam menghapus diskriminasi dalam semua hal, termasuk hak-hak warga pengidap autisme untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," kata dia.

Sebagai perbandingan, kata dia, penanganan autisme di Australia, sejumlah negara Eropa Barat, serta Amerika Serikat bisa menjadi contoh ideal.

"Selain menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat dalam menangani autisme, pemerintah juga menyediakan pusat-pusat penanganan autisme serta memberi subsidi kepada keluarga yang anggotanya ada yang menjadi pengidap autisme," kata dia.

Kondisi seperti itu, menurutnya, dapat menciptakan sinergi yang baik sehingga masalah autisme bukan jadi hal yang dikesampingkan.

Dia mengharapkan, pemerintah dapat menjadi motor penggerak dan memberikan ruang lebih dalam penanganan autisme.

"Masyarakat juga diharapkan dapat lebih tergerak untuk tidak hanya mengerti, tetapi juga tahu harus bagaimana menanganinya," katanya. [TMA, Ant] 


Sumber 
http://arsip.gatra.com/artikel.php?id=139824 

Jumat, 23 Maret 2012

TEMPAT WISATA TERINDAH DI DUNIA

Tuhan amat sangat maha besar. Ia menciptakan segala sesuatu nya sangat indha dan sempurna. Ada banyak tempat yang menunjukkan betapa indah segala ciptaan-Nya. Seperti yang akan saya jelaskan, saya akan memberikan beberapa tempat yang sangat indah yang telah Tuhan ciptakan kepada kita umat-Nya dan kita sebagai umat-Nya harus bisa menjaga nya dengan sebaik mungkin.


COUSINE ISLAND
Cousine Island adalah salah satu pulau terpencil paling visual yang menakjubkan di dunia, luas pulau tersebut hanya 62 hektar tetapi keindahan dari pulau ini sungguh luar biasa, memberikan ketenangan dalam diri Anda,dan membuat hidup Anda lebih berwarna. Cousine Island adalah salah satu dari 115 pulau di Seychelles dan menawarkan keindahan alam tak tersentuh. Pulau ini dimiliki oleh sebuah resor pribadi eksklusif. Jika Anda ingin pergi di sini, anda akan diangkut dengan helikopter. Pulau ini Penuh dengan tumbuhan subur dan segala macam burung dan kura-kura, Cousine Island adalah seperti Taman Eden dunia modern. 

NECKER ISLAND
Necker Island adalah salah satu permata dari British Virgin Islands dan dibuat oleh Sir Richard Branson. Biaya menginap untuk satu malam adalah sebesar USD $ 53.000. Dan anda akan mendapatkan oasis pribadi untuk anda dan tamu anda (dan staf 60 tentunya).Pulau Necker terletak di British Virgin Islands di utara Virgin Gorda. Terletak di kawasan Karibia, pulau seluas 74 acre ini dikelilingi oleh air laut khas Karibia yang berwarna biru kehijauan, terumbu karang dan pantai berpasir indah.
 
MNEMBA ISLAND


Mnemba Island memiliki pasir putih yang indah dan perawan kompleks scuba diving dengan formasi karang yang indah di bawah laut, habitat penyu raksasa, dan 10 pondok eksklusif untuk menikmati matahari terbenam yang indah. Mnemba Island Lodge, pemenang penghargaan permata terletak di pulau pribadi mendebarkan indah Mnemba, adalah 4,5 belaka kilometer (2.8 mil) dari dari ujung utara-timur Zanzibar. Mnemba Pulau Lodge utama surga pemimpi pantai pengalaman, dikelilingi oleh terumbu karang atol di Samudera Hindia. Pandangan romantis, eksklusif dan mewah pedesaan adalah alasan yang cukup untuk menikmati keindahan tak tertandingi ini pulau surga tanpa alas kaki.


RAJA AMPAT


Kepulauan Raja Ampat, pernah mendengar? Tentu, karena kepulauan ini sangat terkenal di penjuru bumi dan hebatnya, terletak di Pulau Papua Bagian barat. Raja Ampat adalah tempat wisata yang kaya akan keindahan lautnya. Raja Ampat adalah Raja Terumbu Karang. Jadi bagi anda yang menyukai diving atau menyelam, belum lengkap rasanya jika belum pernah menyelam di kepulauan Raja Ampat.
Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing - masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia - Belanda.

Sumber :

Kamis, 15 Maret 2012

PERANAN TOKOH IBU DALAM PERAWATAN BAYI

Dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat adanya hubungan yang terus menerus antara ibu atau pengganti ibu dengan bayi. Dengan sendirinya hal ini menimbulkan hubungan timbal-balik, yang secara berangsur-angsur akan menumbuhkan perasaan kasih sayang antara kedua pihak. Sifat hubungan ibu dan anak akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak di kemudian hari. Hubungan yang kaku dan dingin, penuh rasa permusuhan, akan memupuk kelak sifat suka melawan pada anak. Hubungan yang demikian juga merupakan sebab terbentuknya individu-individu yang bertipe anti sosial.

M. Rutter menyebutkan enam sifat yang dianggapnya merupakan kualitas perawatan pada bayi, yaitu:

  1. Adanya hubungan cinta kasih
  2. Adanya keterikatan
  3. Adanya hubungan yang tidak terputus
  4. Adanya rangsang untuk berinteraksi
  5. Hubungan dengan seorang individu
  6. Perawatan dirumah sendiri
Hubungan yang ada antara anak dengan orang-orang dewasa dalam rumah tangga itu menyebabkan tumbuhnya keterikatan. Tetapi eratnya keterikatan itu bisa berbeda, sesuai dengan intensitas jalinan hubungan mereka dengan si anak. Rasa cemas yang sering dialami anak juga dapat meningkatkan intensitas keterikatan, karena anak dapat memperoleh perasaan aman berdekatan dengan ibu atau pengasuhnya. Adakalanya keterikatan anak dengan pengasuh lebih besar daripada dengan ibu sendiri, tetapi hubungan ini terputus karena pengasuh tidak lagi bekerja. Dalam hal demikian anak masih bisa memperoleh kembali keterikatan dengan ibu, sehingga dari kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa keterikatan itu bukan saja tumbuh oleh karena intensitas pergaulan, tetapi juga karena pergaulan itu tidak terputus antara ibu dan anak. Interaksi antara ibu atau pengasuh dengan anak dapat juga dipandang sebagai interaksi yang memberi rangsangan. Anak dirangsang untuk berkembang dan belajar banyak hal, terutama dalam memberikan respon-respon tingkah laku yang bervariasi.

Sistem kekeluargaan di Indonesia memang belum membuka kemungkinan yang luas untuk mendirikan lembaga penitipan bayi. Dalam rumah tangga umumnya masih terdapat orang dewasa lain selain ayah dan ibu. Jika kedua orangtua bekerja masih ada orang dewasa yang dapat dipercaya untuk merawat dan mengasuh anaknya. Jadi disini terjadi perawatan yang diberikan lebih dari satu orang atau dalam terminologi disebut dengan "multiple mothering". Kebanyakan perawatan dilakukan di tengah keluarga sendiri. Kepustakaan pun menyebutkan bahwa "mothering" demikian dianggap lebih baik bagi perkembangan jiwa anak daripada di lembaga-lembaga penitipan anak.

E. Erikson, menanamkan tahap pertama dari kehidupan bayi itu sebagai pengalaman untuk memperoleh "dasar kepercayaan" atau "dasar ketidak percayaan". Dalam tahap ini bayi sedikit mungkin pengalaman rasa takut atau tidak pasti. Jika bayi dapat mencapai hal ini maka ia akan berkembang dengan memperluas kepercayaannya pada perkembangan lebih lanjut. Sebaliknya rasa tidak berdaya timbul dari ketidak puasaan secara fisik dan pengalaman-pengalaman psikologis yang mengakibatkan ketakutan dalam menghadapi situasi-situasi yang akan datang. Disini Erikson menganggap dalam masa menyusu pada bayi, mulut sebagai penghubung bayi dengan dunia luar. Kalau Freud menekankan kepuasan oral, maka Erikson menekankan peranan orangtua dalam membina kepercayaan bayi terhadap dunia luarnya. Dasar kepercayaan yang terbentuk pada masa ini membantu bayi sebagai individu untuk mengembangkan diri dan menerima pengalaman-pengalaman baru. Sementara itu dapat pula terjadi kemungkinan terbentuknya rasa tidak percaya.

Selama tahap oral, ibu atau orang yang merawatnya memainkan peranan terbesar dalam lingkungannya serta merupakan obyek utamanya. Ayah baru kemudian mendapat giliran untuk dijadikan obyek yang penting. Sentuhan dengan tubuh ibu dapat memberikan perasaan aman. Kesenangan juga diperoleh dalam menikmati peluk ibu dan irama buaiannya. Hal tersebut menunjukkan adanya respon dari bayi terhadap perlakuan yang diterimanya, dan respon itu akan bermakna positif bagi perkembangan jiwanya bila perlakuan yang diterimanya dilandasi oleh perasaan cinta. Sebaliknya bayi dapat juga merasakan ketiadaan cinta ibu atau orang yang merawatnya, karena itu responnya dengan sendirinya berlainan, hal inilah yang disebut oleh Erikson sebagai suatu dasar terbentuknya rasa tidak percaya.

Setelah bayi mengenal ibunya dan dapat membedakan dari orang dewasa lainnya, mulailah timbul "keterkaitan" terhadap si ibu dan kadang-kadang menyebabkan bayi takut kepada orang lain yang tidak dikenalnya. Ibu yang merupakan obyek yang dikenal, memberikan rasa aman oleh kehadirannya. Orang dewasa lain yang tak dikenal menimbulkan perasaan tak tenteram yang merangsang rasa was-was pada bayi. Ia tahu bahwa akan selalu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Keterikatan bayi pada ibunya menurut Freud dimulai dari situasi memberi makan dan menurut Erikson bermula pada pergaulan yang terjadi terus-menerus antara ibu dan bayi, sedangkan cara ibu memberi makan bayi akan memperkuat keterikatannya.

Menurut P.H. Mussen dkk., pada ibu yang menyusui sendiri, situasi pemberian makanan akan menimbulkan kesenangan pula bagi si ibu di mana ia mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memeluk anak, merapatkan tubuhnya dan memberikan "support" pada bayi dan juga perangsangan pada alat indra bayi. Sikap memeluk memungkinkan anak lebih aktif dalam memberikan respon gerakan terhadap si ibu. Tetapi situasi ini dapat pula terjadi pada ibu-ibu yang melakukan pemberian makan bayinya dengan botol susu yaitu jika anak di gendong atau dipangku serta dirangsang pula untuk bicara ataupun bermain-main. Lain halnya bila ibu memberikan botol dan meninggalkan anak sendirian, cara pemberian makan yang secara psikologis kurang menumbuhkan rasa keterikatan pada bayi.

Ada dugaan bahwa bayi bisa mengembangkan suatu skema yang kaya atau suatu "Mental Image" ini berhasil dikembangkan karena adanya keterkaitan antara ibu dan anak. Ibu itu menjadi tempat bayi menggantungkan keterikatannya dengan akibat bayi cenderung memberikan reaksi takut atau menjauhkan diri dari orang asing yang berbeda dengan ibunya. Gejala ini disebut "stranger anxiety" atau takut kepada orang yang asing baginya, yang biasanya hanya suatu keadaan sementara yang dialami anak pada usia antara 6 sampai 8 bulan. Atas dasar inilah timbulnya anggapan bahwa bayi itu sudah berhasil mengembangkan skema yang kaya atau "metal image" tentang wajah ibu atau pengasuhnya, yang menyebabkan ia dapat membedakan dari orang asing. Jika anak sudah dibiasakan sering bertemu dengan orang-orang yang asing baginya maka reaksi tidak lagi berupa sikap ketakutan. Keterikatan anak terhadap ibunya belum sempurna sebelum anak itu mencapai usia dua tahun, oleh sebab itulah orangtua yang akan mengadopsi anak lebih disarankan oleh lembaga adopsi untuk sendini mungkin usia anak itu setidaknya di bawah usia dua tahun, oleh karena makin terikat hubungannya dengan si ibu, makin sulit menghadapi perubahan lingkungan. Walaupun pengalaman usia yang singkat ini yaitu hanya dua tahun. tetapi merupakan dasar untuk persiapan perkembangan dirinya ke tingkat yang lebih lanjut, misalnya dalam perkembangan sosialnya dapat menimbulkan kemungkinan hambatan dan akan mempengaruhi hubungannya kelak terhadap antar manusia.

Sumber :
Buku Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, karya Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Dra. Yulia Singgih D. Gunarsa

Nama : Maria Rosa Prameswari
NPM : 14511293
Kelas :1PA07

PRINSIP PERKEMBANGAN

  1. Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar tetapi mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Jadi antara satu tahap perkembangan dengan tahap perkembangan berikutnya tidak terlepas, berdiri sendiri-sendiri.
  2. Perkembangan dimulai dari respons-respons yang sifatnya umum menuju ke yang khusus. Contohnya, seorang bayi mula-mula akan bereaksi tersenyum bila melihat setiap wajah manusia. Dengan bertambahnya usia bayi, ia mulai bisa membedakan wajah-wajah tertentu.
  3. Manusia merupakan totalitas (kesatuan), sehingga akan ditemui kaitan erat antara perkembangan aspek fisik-motorik, mental, emosi, dan sosial. Perhatian yang berlebihan atas satu segi akan mempengaruhi segi lain. Dimisalkan orangtua yang terlalu mengutamakan segi mental (misalnya kecerdasan) menyebabkan anak dibesarkan dalam suasana yang penuh dengan aturan-aturan, tuntutan-tuntutan atau kegiatan-kegiatan yang semuanya ditujukan untuk menunjang keberhasilan di bidang intelektual. Anak mungkin akan berhasil menjadi "bintang pelajar", tetapi apakah pernah ditelaah bagaimana kondisi fisiknya, bagaimana kehidupan emosi dan sosialnya? Apakah anak ini lincah, ceria dan bahagia seperti anak-anak lain seusia nya?
  4. Setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Meskipun tidak ada garis pemisah yang jelas antara satu fase dengan fase lainnya, tahapan perkembangan ini sifatnya universal. Dalam perkembangan bicara misalnya, sebelum seorang anak fasih berkata-kata terlebih dahulu ia akan mengoceh.
  5. Seiap fase perkembangan memiliki ciri dan sifat yang khas sehingga ada tingkah laku yang dianggap sebagai tingkah laku buruk atau kurang sesuai yang sebenarnya merupakan tingkah laku yang masih wajar untuk fase tertentu itu. Setelah seorang anak melewati masa bayi dimana ia mula-mula tidak berdaya, dengan dikuasai dan diperolehnya kemampuan baru menyebabkan bayi ini menjadi lebih ingin mandiri. Ia tidak lagi mau di gendong dan diberi dot seperti pada waktu usia dini tetapi berusaha lari kesana kemari dan menolak makanan yang tidak disukainya. Para orangtua sering mengomentari perubahan kelakuan ini sebagai "dulu ia manis, patuh, sekarang jadi bandel dan keras kepala". Para ahli mengemukakan bahwa antara masa tenang atau equilibrium (dimana anak mudah diatur, penurut) dan masa disequilibrium atau tidak tenang (dimana anak sukar diatur, mudah tersinggung, gelisah) pada seorang anak akan terjadi silih berganti sebagaimana alur dari sebuah spiral yang bergerak keatas. Namun justru adanya perubahan-perubahan itulah merupakan ciri terjadinya perkembangan.
  6. Karena pola perkembangan mengikuti pola yang pasti, maka perkembangan seseorang dapat diperkirakan. Seorang anak yang dilahirkan denganm faktor bawaan yang "kurang" dari anak lain, dalam perkembangan selanjutnya akan menampakkan suatu kecenderungan perkembangan yang relatif lebih lambat dari anak seusianya.
  7. Perkembangan terjadi karena faktor kematangan dan belajar dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam (bawaan) dan faktor luar (lingkungan, pengalaman, pengasuhan). Jdi sekalipun semua orang mengikuti pola perkembangan yang kurang lebih sama, kecepatan perkembangan pada sesuatu aspek pada tiap orang berbeda-beda misalnya anak-anak dengan umur yang sama tidak selalu mencapai titik atau tingkat perkembangan fisik, mental, sosial dan emosi yang sama. Variasi dalam perkembangan ini banyak hubungannya dengan faktor kematangan, belajar atau pengalaman , bawaan, dan faktor lingkungan.
  8. Setiap individu itu berbeda, dengan lain perkataan setiap orang itu khas, tidak akan ada dua orang yang tepat sama meskipun berasal dari orangtua yang sama.
Sumber :
Buku Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, karya Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Dra. Yulia Singgih D. Gunarsa

Nama : Maria Rosa Prameswari
NPM : 14511293
Kelas : 1PA07